Beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi di dunia konstruksi semakin pesat. Seperti penggunaan struktur kuda-kuda baja ringan pada atap bangunan sudah kita lihat. Begitu juga konstruksi rumah yang memakai sistem pre-fabrikasi, penggunaan dak panel lantai dan bondek dan epilog atap dari spandeck. Tidak tertinggal teknologi material dinding dengan hadirnya bata ringan atau bata aerasi.
Khusus untuk materi yang sering digunakan untuk mengisi dinding bangunan atau rumah, ketika ini sudah ada banyak sekali jenis pilihan material dinding rumah, ibarat dinding batako, bata merah, sampai bata beton ringan. Bahan pengisi dinding dari bata ringan atau bata aerasi sudah lumrah digunakan pada ketika ini. Dari masing-masing pilihan material mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Tidak hanya perbedaan pada kualitas dan ukuran, pemilihan batako, bata beton ringan atau bata merah akan mensugesti dalam hal kenyamanan ketika rumah ditempati serta jumlah biaya yang akan dikeluarkan selama pembangunan.
Memilih Jenis Bahan Bangunan untuk Dinding
Bagi Anda yang ingin atau terlanjur membangun atau merenovasi rumah, pemilihan material yang akan digunakan di rumah merupakan aktivitas yang tak bisa dianggap mudah, namun tak bisa dibilang sulit juga. Sebagai pemilik rumah, alangkah baiknya Anda meluangkan waktu untuk mencari tahu banyak sekali macam material yang akan digunakan.
Poin penting ialah efisien anggaran sebagai pertimbangan utama mengapa Anda harus arif menentukan material materi bangunan yang akan dipakai. Melalui artikel ini, saya ingin mencoba menawarkan ulasan perihal materi yang digunakan untuk pengisi dinding rumah Anda kelak.
Hal yang paling sempurna sebelum membangun atau merenovasi rumah, alangkah baiknya Anda mengetahui bermacam-macam kelebihan dan kekurangan dari dinding bata merah, batako atau bata press, dan bata ringan.
Tiap-tiap materi bangunan tentu mempunyai karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut mempunyai imbas terhadap proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan soal biaya yang perlu Anda sisihkan demi menuntaskan pengerjaan rumah Anda.
Perbandingan Batu Bata Beton, Batu Bata Merah, dan Batu Bata Ringan
Di bawah ini akan saya ulas perihal spesifikasi, keuntungan, dan juga kekurangan atau kelemahan dari pemakaian tiap materi yang menjadi materi pertimbangan Anda sebelum membangun atau merenovasi rumah.
1. Bata Hebel (Ringan atau Celcon)

Batu bata jenis ini dibentuk memakai mesin pabrik. Sesuai namanya, watu bata jenis ini cukup ringan, mempunyai tingkat kerataan yang baik, dan halus. Tujuan produksi watu bata ini yaitu meringankan beban struktur dari bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, dan meminimalisir sisa material yang terjadi ketika proses pemasangan dinding.
Pada umumnya watu bata ringan mempunyai panjang 60 cm; tinggi 20 cm; dan ketebalan antara 7 dan 10 cm. bahannya terbuat dari adonan pasir kwarsa, kapur, semen, sedikit gypsum, aluminium pasta sebagai materi pengembang (pengisi udara secara kimiawi, dan air).
Pemasangan bata ringan terbilang praktis lantaran cukup diberi acian tanpa perlu diplester memakai semen khusus. Semen khusus cukup Anda beri adonan air. Oh iya, pemasangan bata ringan ini bisa memakai pasir dan semen, ibarat pemasangan pada batako, bata pres, dan bata merah.
A. Spesifikasi Bata Ringan:
- Berat jenis normal: 650 kg/m3
- Kuat tekan: > 4,0 N/mm2
- Berat jenis kering: 520 kg/m3
- Tebal spesi: 3 mm
- Konduktivitas termis: 0,14 W/mK
- Ketahanan terhadap api: 4 jam
- Jumlah (kebutuhan) bata ringan per 1 m2 : 8 – 9 buah tanpa construction waste.
B. Kelebihan Bata Ringan:
- Tidak memerlukan siar yang tebal, sehingga menghemat penggunaan perekat.
- Pelaksanaannya lebih cepat daripada penggunaan bata biasa.
- Cenderung ringan daripada bata biasa, sehingga memperkecil beban struktur.
- Ukuran nya lebih bermacam-macam sehingga lebih sanggup di sesuaikan dengan kebutuhan.
- Pengangkutannya lebih praktis dilakukan.
- Tidak diharapkan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5cm saja.
- Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
- Memiliki kekedapan bunyi yang baik.
- Kuat tekan yang tinggi.
- Tahan terhadap guncangan gempa bumi.
C. Kekurangan Bata Ringan:
- Perekatnya khusus. Umumnya yaitu semen instan, yang ketika ini sudah tersedia di lapangan.
- Andai terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering memerlukan waktu yang lebih usang dari bata biasa.
- Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa tidak mengecewakan banyak.
- memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya, lantaran kalau tidak jago berdampak buruk.
- Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
- Tidak semua toko bangunan menjualnya.
- Hanya tersedia dalam volume (m3) yang besar.
2. Bata Merah

Penggunaan watu bata merah sebagai materi pengisi dinding bangunan sudah tak absurd lagi, lantaran materi ini kerap digunakan di banyak sekali jenis bangunan semenjak zaman dulu sampai ketika ini. Bahan material pada watu bata merah cenderung praktis untuk memperolehnya, dan kekuatannya pun sudah teruji.
Bata merah yaitu bata yang terbuat dari tanah cetak, kemudian dibakar memakai suhu tinggi, sehingga watu bata akan kering, mengeras, dan berwarna kemerah-merahan. Jangan anggap tanah yang digunakan yaitu tanah biasa. Pada watu bata merah ini, tanah yang digunakan bukan sembarang tanah, melainkan tanah liat yang praktis menyatu sewaktu proses pencetakan.
Maka dari itu, rumah yang dindingnya memakai material watu bata merah terasa lebih nyaman dan sejuk. Selain kokoh, kuat, dan tahan lama, dinding yang memakai watu bata merah sering terjadi keretakan. Batu bata merah tahan terhadap suhu panas, maka dari itu banyak orang yang menentukan material ini sebagai pinjaman dari ancaman api.
Tak semua jenis tanah liat sanggup digunakan, hanya tanah yang terdiri atas kandungan pasir saja yang bisa digunakan. Sering kali watu bata merah mempunyai ukuran panjang 17 sampai 23 sentimeter; lebar 7 sampai 11 sentimeter; dan tebal 3 sampai 5 sentimeter.
A. Spesifikasi bata merah:
- Berat jenis kering (?): 1500 kg/m3
- Berat jenis normal (?): 2000 kg/m3
- Konduktivitas termis: 0,380 W/mK
- Tebal spesi: 20 sampai 30 mm
- Kuat tekan: 2,5 sampai 25 N/mm² (SII-0021,1978)
- Kebutuhan (jumlah) bata merah per 1 m2 : 30 – 35 buah tanpa construction waste
- Ketahanan terhadap api: 2 jam
B. Kelebihan Bata Merah:
- Ukuran watu bata merah yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
- Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
- Mudah mendapatkannya.
- Tahan terhadap suhu panas, sehingga bisa digunakan sebagai pinjaman terhadap api.
- Harga yang murah.
- Mudah untuk membentuk bidang kecil.
- Perekatnya tidak memerlukan pemanis khusus.
C. Kekurangan Bata Merah:
- Menyerap panas di ekspresi dominan panas dan menyerap cuek di ekspresi dominan dingin, yang mengakibatkan suhu ruangan tidak bisa dikondisikan atau tidak stabil.
- Batu bata merah sulit memperoleh pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan plesteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
- Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekat.
- Kurangnya jumlah ukuran yang menciptakan kadang kita perlu membuang beberapa bagian.
- Batu bata merah tidak mengecewakan berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
- Lumayan sulit untuk menciptakan pasangan bata yang rapi.
- Waktu pemasangan lebih usang dibandingkan materi dinding lainnya.
3. Batako press atau batako semen PC

Material dinding yang memakai batako macam ini sering kali terbuat dari materi adonan semen dan pasir garang yang dicetak secara padat atau di press. Tidak hanya itu, ada pula yang membuatnya dari materi adonan watu tras, air, dan kapur. Namun, ketika ini sudah beredar batako berbahan adonan semen, watu bara, dan pasir.
Batu batako kekuatannya lebih rendah kalau dibandingkan dengan watu merah, sehingga mempunyai kecenderungan terjadinya keretakan dinding, khususnya kalau bab kosongnya tidak terisi dengan adukan spesi. Penggunaan material bataku pada dinding kerap menciptakan bangunan cenderung hangat, bahkan lebih pengap dan panas.
Berbeda dengan watu bata merah yang terbuat dari materi atau material tanah. Batako atau bata press dalam ukuran 1 m2 umumnya berbobot lebih ringan daripada watu bata merah. Begitu juga dengan tekstur yang terlihat lebih halus, serta ukurannya yang lebih presisi daripada watu merah.
Sering kali watu bata press mempunyai ukuran: panjang 36 sampai 40 sentimeter; tebal 8 sampai 10 sentimeter; dan tinggi 18 sampai 20 sentimeter. Jika watu batako digunakan pada dinding seluas 1 m2, saya perkirakan membutuhkan sebanyak 15 buah batako press.
Umumnya batako press dipilih untuk meringankan struktur bangunan, kemudian mempercepat pengerjaan, dan meminimalisir sisa-sisa material atau materi yang terjadi si ketika proses pemasangan dinding bangunan. Bahan baku yang digunakan pada pemasangan batako press, antara lain mortar yang komposisinya: semen (PC) dan pasir ayak.
A. Spesifikasi pada batako press:
- Berat jenis kering (?): 950 kg/m3
- Berat jenis normal (?): 1000 kg/m3
- Kuat tekan: 5,5 N/mm²
- Konduktivitas termis: 0,339 W/mK
- Tebal spesi: 20 sampai 30 mm
- Daya tahan terhadap sengatan api: 4 jam
- Kebutuhan (jumlah) batako press per 1 m2 : 20 – 25 buah tanpa construction waste
B. Kelebihan Dinding Batako Press:
- Pembuatan praktis dan ukurannya bisa sama.
- Ukurannya besar, sehingga waktu dan biaya pemasangan pun lebih terjangkau.
- Batako press lebih praktis di sesuaikan, lantaran praktis di potong. Biasanya juga di gunakan untuk sambungan-sambungan bata yang lainnya.
- Pemasangan lebih cepat.
- Penggunaan pada rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 sampai 12 m2.
- Sebelum digunakan, batako press tidak perlu direndam air.
- Jika pengerjaan rapi, tidak perlu diplester.
- Dalam setiap 1 meter persegi, membutuhkan watu batako yang lebih sedikit di bandingkan ketika anda memakai watu bata: jadi bisa lebih hemat!
- Yang berlubang bisa untuk ventilasi udara.
- Kedap air, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air pada bangunan.
C. Kelemahan dinding batako press:
- Mudah dilubangi dan praktis pecah lantaran terdapat lubang pada bab sisi dalam watu batako.
- Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
- Kurang baik kalau digunakan untuk insulasi panas dan suara.
Demikianlah ulasan yang bisa saya tuliskan perihal perbandingan dinding beton, watu bata, dan bata ringan. Semoga sesudah membaca artikel ini Anda bisa menentukan mana harga dinding batako, bata merah, ataupun bata ringan yang sesuai dengan kemampuanmu lantaran dari ketiga jenis watu bata mempunyai harga yang berbeda.